Wednesday, September 3, 2008

Jepang Buka Lowongan TKI Perawat
22/01/2008 06:01:58 CILACAP (KR) - Pemerintah Jepang menyetujui membuka 1.500 lowongan kerja bagi TKI di 3 bidang kerja resmi yakni perawat, perawat khusus (care grivers) dan karyawan hotel. Rencana yang telah disetujui parlemen Jepang itu disambut baik Pemda Cilacap, mengingat ketersediaan calon TKI tersebut cukup banyak di wilayahnya. Hal itu dikuatkan dengan keberadaan dua akademi keperawatan di Cilacap yang setiap tahunnya mencetak ahli madya keperawatan. Di samping� banyaknya ahli madya keperawatan dari daerah lain yang mencari peruntungan di Cilacap menjadikan potensi calon TKI bidang keperawatan menjadi melimpah.
�Kalau pengiriman perawat ke luar negeri selama ini hanya untuk Saudi, untuk Jepang belum tahu persis hingga kini belum terima penjelasan rencana pengiriman TKI itu,� ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cilacap Dra Yayah Sobriyah MM saat dihubungi KR di ruang kerjanya, Senin (21/1). Sedang pengiriman TKI ke Jepang selama ini hanya terfokus pada bidang industri.
Pengiriman TKI ke Jepang selama ini menggunakan sistem pemagangan yang penanganannya langsung dilakukan propinsi dan daerah hanya diberi kesempatan mendaftar. Sehingga seluruh kegiatan seleksi di Semarang dan daerah hanya memperoleh tembusan daftar calon TKI yang lulus seleksi. Begitu pula dalam pemberangkatan ke Jepang pihak penyelenggara langsung berhubungan para calon TKI.
Secara terpisah Konsultan Depnaker Jepang Richard Susilo mengatakan, pembukaan 1.500 lowongan pekerjaan untuk sektor keperawatan dan karyawan hotel di Jepang, mengacu pada kesepakatan Economic Partnership Agreement (EPA) RI-Jepang, yang ditandatangani kedua kepala negara pada 26 Juli 2007. Direncanakan pada tahun 2008, rencana itu sudah mulai diimplementasikan pengirimannya antar-pemerintah (G to G). Sehingga bagi para pencari kerja diimbau untuk berkoordinasi dengan Depnaker atau Disnaker setempat.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat meminimalisir kasus penipuan terhadap para calon TKI yang berminat bekerja di negara Sakura. Karena dari pengalaman selama ini serentetan kasus penolakan tenaga kerja asal Indonesia lebih banyak� disebabkan oleh penggunaan dokumen palsu. Menurut Richard, selain ketiga jenis pekerjaan tersebut, Jepang juga membuka lebar kesempatan bekerja di bidang konstruksi dan ahli kecantikan. Karena orang Jepang sudah enggan melakukan pembongkaran, pembangunan� gedung, pekerjaan kasar penuh risiko lainnya membuat bidang pekerjaan untuk TKI kini terbuka lebar.
Dijelaskannya, pekerjaan apapun yang dimasuki tetap mensyaratkan kemampuan bahasa Jepang sebagai modal utama. ����������� (Mak/Fsy)-m

No comments: